Jepara Satu Buku Bagi Buku Gratis

Jepara-Satu-Buku-Kembang – Komunitas Jepara Satu Buku yakni, Sekumpulan anak muda yang gencar melakukan penggalangan dana berupa buku tulis yang selanjutnya diberikan kepada siswa yang membutuhkan diberbagai daerah di Kabupaten Jepara dengan harapan anak tersebut bisa terus giat belajar dan berpestasi kembali akan menggelar aksi sosial . Kali ini , Komunitas Jepara Satu Buku akan mendonasikan buku tulis dari hasil penggalangan dari donatur yang akan dibagikan kepada ratusan siswa di beberapa sekolahan Kecamatan Kembang .

Alal Suharmaji selaku ketua Komunitas Satu Buku mengatakan , kegiatan pendonasian buku tulis yang sudah terkumpul dari para donatur sudah beberapa kali dilakukan setiap bulan. Pendonasian sudah dilakukan di beberapa daerah seperti di salah satu Sekolah Lebak Pakis Aji, MI di Kecamatan Pecangaan, dan beberapa SD dan sekolah didaerah lain di Kabupaten Jepara . Dalam waktu dekat ini, Komunitas Jepara Satu Buku direncanakan kembali akan mendonasikan buku pada Minggu 20 Maret 2016 mendatang di Desa Dudakawu Kecamatan Kembang .

” Rencananya kami akan membagikan buku kepada 200 an siswa duantaranya di SDN 1 dan SDN 3 Dudakawu, SMP N 4 Kembang dan MI Miftahul Huda ,” ungkapnya pada Kamis (17/3).

Lebih lanjut Alal menjelaskan , bagi masyarakat yang ingin membantu mendonasikan buku tulis untuk para siswa yang membutuhkan pihaknya mengaku siap menampung dan siap untuk mendistribusikan . Jika ingin mendonasikan buku, Alal mengatakan bisa langsung ke kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten di JL Hos Cokroaminoto Jepara .

” Jika tidak bisa mengantarkan ke Perpusda, kami juga siap mengambil buku kerumah para donatur. Karena kita juga memiliki relawan disetiap desa dimasing masing kecamatan yang siap untuk mengambil buku kerumah setiap saat dan kapan saja,” terang Alal .

Untuk pendonasian buku di beberapa sekolah di Kecamatan Kembang mendatang , juga akan diisi oleh aksi dari komunitas lain yang sama sama bergerak di bidang sosial . Diantaranya adalah dari Komunitas Rumah Belajar Ilalang Jepara . Nantinya, para siswa yang mendapatkan bantuan buku juga akan mendapatkan hiburan yakni dongeng dari kawan kawan RBI .

” Selain berbagi buku, Kak Hasan dari Rumah Belajar Ilalang juga akan mendongeng kepada siswa di Dudakawu, dengan harapan mereka bisa lebih terhibur dan selalu semangat dalam belajar ,” pungkas Alal. (http://www.jeparahariini.com)

VISI MISI KANTOR KECAMATAN KEMBANG

  1. Visi Kecamatan Kembang adalah :

”Terwujudnya Kecamatan Kembang yang damai, sejuk dan suasana tentram didukung dengan sumber daya manusia berkualitas, religius serta pelayanan prima kepada masyarakat”

2. Misi Kecamatan Kembang, yaitu :

1)   Mewujudkan aparatur Kecamatan yang berkompeten sebagai modal dasar untuk pengelolaan dan penyelenggaraan administrasi, pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat;

2)   Terciptanya masyarakat yang disiplin dan tertib hukum dalam kegiatan kemasyarakatan yang bertanggung jawab ;

3)   Meningkatkan dan memberdayakan pembelajaran kepada masyarakat dalam menyelenggarakan pembangunan menuju kemandirian ;

4)   Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara mudah, cepat, murah dan memuaskan ;

5)   Penataan dan optimalisasi jaringan kerja yang kondusif bagi pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta kegiatan keagamaan ;

6)   Mengembangkan potensi masyarakat dengan memberikan motivasi, fasilitas dan dinamisator dalam sektor-sektor unggulan pada masyarakat ;

7)   Mewujudkan kedisiplinan, keterbukaan, kejujuran, keadilan, ketaatan dan ketekunan sebagai modal penyelenggaraan Pemerintahan.

proyek

AKUNTABILITAS KINERJA KECAMATAN KEMBANG 2015

????????????????????????????????????
 

Akuntbilitas kinerja Kantor Kecamatan Kembang adalah perwujudan kewajiban Kantor Kecamatan Kembang untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan tugas, pokok dan fungsinya dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Kinerja Kantor Kecamatan Kembang tahun 2015 tergambar dalam tingkat pencapaian sasaran yang dilaksanakan melalui berbagai kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan.

Adanya beberapa kegiatan yang mengalami perubahan karena menyesuaiakan kegiatan di Kantor Kecamatan Kembang. dan kegiatan tersebut diusulkan dalam perubahan anggaran.

  1. Permasalahan
  1. Beragam masalah yang dihadapi sekarang ini dalam bidang pembangunan dari berbagai sektor, sehingga memerlukan prioritas program dan kegiatan, yang telah dimusyawarahkan dalam musranbang tingkat Kecamatan, tetapi dari hasil musranbang tersebut masih banyak yang belum masuk dalam prioritas program dan kegiatan dinas instansi terkait di tingkat Kabupaten.
  2. Kurangnya koordinasi antara Kepala Desa dan Perangkat Desa. Perangkat Desa belum difungsikan sesuai tupoksinya, sehingga masih banyaknya SPJ ADD yang terlambat. Kecamatan sebagai tim fasiliatsi telah bekerja secara maksimal dengan sistem jemput bola, membina dan memfasilitasi Desa dalam pembuatan SPJ ADD, tetapi masih ada beberapa Desa yang tidak ada tanggapan / respon, sehingga masih ada beberapa Desa yang pengajuan ADD tahap II terlambat sampai batas waktu yang telah ditentukan. Akan tetapi ADD Th. 2015 11 Desa di wilayah Kec. Kembang telah bisa cair semua.
  3. Tercapainya target PBB di Kecamatan Kembang dikarenakan penyampaian SPPT kepada wajib pajak yang tepat waktu, SPPT belum sesuai dengan nama dan alamat wajib pajak, sehingga diadakan pembetulan yang kadang juga masih keliru. Sehingga dari Perangkat Desa menyampaikan kepada wajib pajak terlambat dan warga yang berdomisili di luar daerah sering terlambat membayar serta kurang kedisiplinan para pemungut untuk menarik wajib pajak, uang penarikan sebagian digunakan oleh pemungut itu sendiri
  4. Beban kerja di kantor kecamatan Kembang tidak sesuai dengan jumlah karyawan / SDM yang ada. Banyak kegiatan di semua bidang di Desa yang seharusnya di monotir, akan tetapi jumlah karyawan sangat terbatas di semua Seksi di Kecamatan Kembang.

 

         Pemecahan

  1. Mengadakan koordinasi dengan dinas intansi tingkat Kabupaten.
  2. Membentuk Tim Fasilitasi ADD
  3. Membentuk Tim Monitoring PBB dan mengadakan pembinaan di tingkat Desa

Penambahan karyawan di Kantor Kec. Kemban

Bawa limbah lebih muatan, 26 truk PLTU Tanjung Jati diamankan polisi

3

Sekitar 26 unit truk lebih pengangkut limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B diamankan oleh Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jepara sejak beberapa hari yang lalu. Sampai saat ini, 26 truk tersebut masih diamankan di Kawasan Terminal Jepara, Sabtu (31/10).

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama menjelaskan, semua truk pengangkut limbah PLTU tersebut melanggar aturan batasan tonase muatan.

“Sesuai dengan ketentuan bahwa truk tersebut bermuatan 40 ton, padahal kelas jalan di Jepara batasan maksimal masih 8 ton saja,” terang Andhika kepada wartawan di Mapolres Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (31/10).

“Kelas jalan di Jepara masih kelas III. Batasan maksimal hanya untuk 8 ton saja. Tapi, truk pengangkut limbah PLTU ini sampai seberat 40 ton,” terangnya.

Andhika menjelaskan, sebanyak 26 truk tersebut mulai diamankan sejak dimulainya operasi Zebra Candi.

Menurut rencana, razia akan terus dilakukan sampai pada 4 November mendatang sebagaimana jadwal yang telah ditentukan di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Tengah.

Dari pantauan merdeka.com di lapangan, puluhan truk pengangkut limbah PLTU
tersebut berjajar rapi di dalam terminal maupun di luar terminal.

Rata-rata, mereka sudah berada di terminal sejak beberapa hari yang lalu karena tak bisa kemana-mana lantaran kontak atau kunci truknya diambil dan disita oleh pihak Polres Jepara. (Merdeka.com)

APBD Perubahan Tahun 2015

JEPARA – Tahun 2015 ini , belanja daerah di Kabupaten Jepara melampaui angka Rp. 2 triliun .  Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Jepara dalam genda Penyampaian Ranperda APBD Perubahan Tahun 2015 yang berlangsung Senin (10/8) di Tamansari. mengatakan belanja yang direncanakan sepanjang tahun 2015, tepatnya sejumlah Rp. 2.019.847.686.000,-.

Bupati mengatakan , rencana belanja itu mengalami kenaikan sebesar 15,91 persen dibanding sebelumnya. Dalam penetapan awal APBD 2015, belanja daerah semula direncanakan Rp. 1,742 triliun. Proyeksi kenaikan belanja yang disampaikan eksekutif dalam Ranperda APBD perubahan, mengacu pada naiknya sejumlah pos pendapatan daerah. Seperti biasa, dana perimbangan menjadi pemasok pendapatan mayoritas dalam struktur keuangan daerah .

”Dana perimbangan yang semula Rp. 1.050 triliun, direncanakan naik sebesar Rp. 65,8 miliar menjadi Rp. 1,118 triliun,” ungkap Marzuqi .

Pada pos dana perimbangan tersebut, kenaikan sepenuhnya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Rp. 74 miliar menjadi Rp. 140 miliar. Sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) tetap sebesar Rp 936 miliar.Meski kenaikan pendapatan terjadi di sejumlah pos, total pendapatan daerah yang akan dipatok pada APBD Perubahan tahun 2015 hanya mencapai Rp. 1,803 triliun.

” Dengan demikian terjadi defisit anggaran sebesar Rp. 215,9 miliar. Namun defisit anggaran tersebut akan ditutup dari surplus pembiayaan daerah dalam nominal yang sama,’ katanya .

Rapat paripurna sebenarnya mengagendakan pemandangan umum fraksi-fraksi. Namun saat pimpinan rapat menawarkan sesi tersebut, seluruh anggota dewan yang hadir tidak memanfaatkannya. Tiga anggota dewan, masing-masing Sunarto, SE., Arofiq, dan Ahmad Marchum sempat menyampaikan interupsi terkait agenda tersebut. Namun pada akhirnya disepakati pemandangan umum akan diberikan pada pembahasan di tingkat komisi.

Dua Mega Proyek di Jepara Belum Jelas

Nasib dua mega proyek di Kabupaten Jepara hingga kini masih belum jelas kelanjutannya. Belum rampungnya proses transisi pemerintahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Joko Widodo dituding menjadi salah satu ganjalan terlaksananya dua proyek dengan nilai investasi sekitar Rp10 triliun tersebut.

Dua proyek yang rencananya akan dibangun di Jepara yakni jalan tembus penghubung antardaerah yakni Semarang – Demak – Jepara yang melewati kawasan pesisir dan proyek pelabuhan ekspor di Kedungmalang, Jepara.

Dua proyek tersebut sudah melalui berbagai macam tahapan. Mulai dari studi kelayakan yang dikerjakan tim pakar Institut Teknologi Surabaya (ITS) hingga lobi-lobi ke berbagai pihak terkait mulai dari Pemprov Jawa Tengah hingga Dirjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum di Jakarta. Pemkab Jepara juga sudah pernah mengundang langsung calon investor dari luar negeri yakni China Sonangol untuk melihat langsung calon lokasi dua proyek tersebut.

Wakil Bupati Jepara Subroto mengakui jika perkembangan rencana pembangunan dua proyek skala besar ini memang mandek untuk sementara waktu. Hal ini lantaran pihaknya masih menunggu pergantian pucuk pimpinan nasional yang rencananya baru dihelat 20 Oktober mendatang. Suksesi kepemimpinan nasional dari Presiden SBY ke Joko Widodo (Jokowi) tentu saja akan merubah komposisi kabinet untuk periode 2014 – 2019. Termasuk Menteri Pekerjaan Umum maupun sejumlah dirjen yang ada di bawahnya.

“Kalau dengan Menteri PU sekarang (Joko Kirmanto) dan Dirjen Bina Marga Joko Muryanto kita sudah komunikasi. Tapi nanti jadi atau tidaknya dua proyek itu kan terganti pejabat barunya. Makanya untuk sementara kita menunggu saja dulu,” kata Subroto kemarin.

Meski begitu, Subroto optimis dua mega proyek itu bisa direalisasikan. Sebab beberapa waktu lalu, pihaknya sudah pernah bertemu dengan Joko Widodo. Dan calon orang nomor satu di Indonesia ini menyambut baik rencana pembangunan dua mega proyek di Jepara tersebut. Optimisme ini kian tebal karena upaya Pemkab Jepara ini didukung sepenuhnya oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko. Kedua pejabat yang berasal dari PDI P itu juga menyatakan akan membantu upaya lobi-lobi ke pemerintah pusat agar dua proyek tersebut bisa direalisasikan dan dikucuri dana APBN.

“Jadi ini persoalan waktu saja. Kalau saya masih tetap yakin,” ujarnya.

Proyek jalan tembus Semarang – Demak – Jepara melalui kawasan pesisir digadang-gadang mampu menjadi solusi lama dan jauhnya jarak tempuh dari Jepara ke Semarang atau sebaliknya. Sebab jika menempuh jalur lama sejauh 71 kilometer waktu tempuhnya sekitar 2,5 jam – 3 jam. Namun jika lewat kawasan pesisir maka jaraknya bisa dipangkas hanya tinggal 41 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 45 menit – 60 menit. Pembangunan jalan tembus ini diperkirakan memakan biaya hingga Rp6 triliun.

Sedang Pelabuhan Karangmalang diproyeksikan mampu menjadi infrastruktur alternatif kegiatan ekspor impor yang selama ini berpusat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.  Perusahaan eksportir atau importir tidak perlu lagi harus jauh-jauh datang ke Semarang dan antri lama di Pelabuhan Tanjung Emas, namun cukup di Pelabuhan Kedungmalang yang pembangunannya diperkirakan membutuhkan dana hingga Rp4 triliun.

Sementara itu, Wagub Jateng Heru Sudjatmoko saat berada di Jepara beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya memang mendukung rencana pembangunan dua mega proyek di Jepara. Terlebih saat ini pemprov memang gencar-gencarnya menggerakkan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Jateng. Pembangunan infrastruktur ini diyakini akan semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi maupun aspek-aspek lainnya.

“Pasti kita dukung. Termasuk urusan pembiayaan proyeknya. Kita juga bantu jajaki apakah bisa ditanggung pemerintah atau harus melibatkan investor. Itu kita jajaki semua,” tandas Heru.

Perlu Pengembangan Budaya Kerja Aparatur

JEPARA – Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setyadi membuka sosialisasi Budaya Kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara tahun 2014 di Ruang Rapat I Setda (21/10/2014).  Kegiatan ini diikuti sebanyak 66 peserta terdiri dari 21 Kasubag TU Puskesmas, 11 Sekretaris Kelurahan, 8 Kasubag dari Bagian Setda, 16 Kasubag TU UPTD Disdikpora dan 10 orang tim Pengembangan Budaya Kerja Kabupaten Jepara.

Dalam acara ini nampak hadir Kabag Orpeg Setda Jepara Sih Mariani dan Kasubag Pengembangan Aparatur dari Biro Orpeg Setda Propinsi Jawa Tengah Wiwit Setyowati selaku nara sumber.

Menurut Kabag Orpeg Setda Jepara Sih Mariani mengatakan bahwa tujuan diselenggarakan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengembangan Budaya Kerja Aparatur Negara melalui perubahan pola pikir dan budaya kerja serta pemantapan karakter dan jati diri aparat negara menuju aparetur yang jujur, disiplin, trasparan, akuntabel, professional, netral, sejahtera, bekinerja produktif dan berakhlak mulia untuk meningkatkan koordinasi integrasi dan sinkronisasi penyelenggaraan pemerintah yang sesuai denagan tugas, fungsi, peran, wewenang dan tanggungjawab masing-masing dengan mengubah perilaku pengusaha menjadi pelayan masyarakat, Selain itu kegiatan ini juga untuk memberikan pembelajaran serta menyamakan persepsi yang terkait dengan pengembangan budaya kerja yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara. kata Sih Mariani.

Dalam sambutanya Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi dan Keuangan Setyadi sangat berteri makasih kepada Bagian Orpeg dan juga kepada Biro Orpeg Setda Propinsi yang telah melaksanakan kegiatan ini  dengan tujuan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang professional, karakteristik, adaptif, berkinerja tinggi bebas dari KKN berdedikasi dan memegang nilai dasar dan kode etik aparatur negara, kata Setyadi .

Reformasi Birokrasi merupakan komitmen dari Pemerintah sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 80 Tahun 2010 tentqng Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025.

Ditahun 2015 diharapkan Indonesia berada di fase yang benar-benar bergerak menuju negara maju dengan system pemerintahan yang menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas. Upaya yang sangat luar biasa ini telah dilakukan dengan pemerintah dalam penerimaan CPNS dengan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) guna mencari pegawai yang pintar dan berwawasan kedepan. Selain itu upaya perbaikan dilakukan diantaranya pada bidang kelembagaan, ketatalaksanaan, pelayanan public, SDM aparatur, perundang-undangan, akuntabilitas serta pengawasan, ujar Setyadi.

Secara sederhana budaya kerja diartikan sebagai sikap dan perilaku induvidu terhadap budaya kerja. Dimana Budaya kerja merupakan komitmen organisasi dalam upaya untuk membagun SDM serta proses kerja dan hasil kerja yang lebih baik, dengan tujuan dalam melaksanakan reformasi birokrasi.

Budaya kerja sebagai pilar dari manejemen perubahan diharapkan mampu memberikan nuansa baru terhadap komitmen pimpinan melaksanakan reformasi birokrasi dalam penyelenggaraan dan peningkatan kualitas kinerja birokrasi melalui pola piker dan budaya kerja dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik  dan pemerintahan yang bersih (good governance and clean government) sesuai dengan harapan masyarakat, tegas Setyadi.

Cegah Kebakaran , Berikut Himbauan Bupati

JEPARA – Selama bulan ramadhan hingga saat ini, Kota Ukir telah terjadi dua kasus kebakaran . Rata rata, dalam kejadian itu dikarenakan arus pendek pada aliran listrik . Hal ini menunjukkan kasus kebarakan yang terjadi di Jepara cukup tinggi .

Untuk itu Bupati Jepara Ahmad Marzuki menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan mengecek instalasi listrik rumah jika hendak ditinggal mudik atau ditinggal keluar kota dalam jangka waktu lama .

” Hal ini untuk menghindari dan meminimalisir akan terjadinya  kebakaran,” katanya .

Himbaun serupa juga ditujukan kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah ( SKPD ) untuk melakukan pengecekan instalasi listrik dikantor.

” Selain itu juga kami imbau untuk para pengusaha mebel untuk tidak melakukan aktivitas pengovenan kayu saat lebaran nanti, karena itu salah satu pemicu kebakaran yang sering terjadi di Jepara  ,” himbau Marzuki.

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan, bahwa Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Kabupaten Jepara diharapkan bisa mensiagakan dua armada mobil pemadam kebakaran yang dimiliki selama lebaran nanti. Selain itu, perusahaan swasta yang memiliki mobil pemadam kebakaran juga diminta mensiagakan armadanya.

“Petugas pemadam tidak ada libur, lebaran tetap siaga,” pungkas Marzuki .

Jangan Injak Indahnya Terumbu Karang Karimunjawa !

Salah satu kegiatan wisata yang mampu menarik jutaan wisatawan untuk mengunjungi Kabupaten Jepara di Kepulauan Karimunjawa adalah snorkeling atau selam permukaan. Namun sayangnya kegiatan snorkeling ini dikhawatirkan bisa merusak ekosistem laut terutama terumbu karang yang indah di taman Nasional Karimunjawa .
Camat Karimunjawa Taksin mengatakan , meskipun kerusakan belum begitu parah namun kegiatan ber-snorkeling harus mentaati serta mengedepankan aturan yang sudah ditentukan . Hal ini dilakukan untuk menjaga ekosistem laut agar tetap terjaga keindahannya .

“ Beberapa spot untuk snorkling memang sudah ada terumbu karang yang rusak , salah satu penyebabnya adalah karang karang tersebut diinjak wisatawan saat snorkeling , “ katanya pada Sabtu ( 26/9) .

Untuk mengatasi dan meminimalisir agar karang tidak semakin rusak , pihaknya menghimbau kepada wisatawan maupun pengelola biro perjalanan wisata dan guide untuk mentaati batasan batasan spot snorkeling .

“ Bagi pengelola biro perjalanan wisata dan guide harus memberikan pendampingan dan pemahaman kepada wisatawan saat snorkling. Agar tidak sembarangan menginjak karang untuk pijakan, “ himbaunya .

Sementara itu , Djati Utomo selaku pengelola biro perjalanan wisata Karimunjawa mengakui bahwa keindahan bawah laut di beberapa spot tak seindah dulu saat kunjungan wisatawan ke Karimunjawa belum begitu ramai Pihaknya juga menyayangkan ativitas senorkeling yang tanpa kontrol. Dimana, wisatawan dapat dengan leluasa menginjak karang untuk berfoto di dalam air.
“ Kalau dapet wisatawan , sebelum snorkling selalu saya sosialisasikan untuk tidak menginjak karang , selain itu saya bawa ke spot senorkeling yang karangnya sudah mati , “ Ungkap biro wisata Ranselkarimunjawa itu .

Djati menambahkan, diakui saat ini sebagian besar warga Karimunjawa memang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata. Namun, jika aset pariwisata Karimunjawa, keindahan alam terutama keindahan bawah laut Karimunjawa, tidak dijaga kelestariannya dipastikan dapat mempengaruhi kunjungan wisatawan.
“Kalau terumbu karangnya sudah rusak, apa ada wisatawan yang mau lagi datang ke Karimunjawa. Maka semestinya saat ini harus sudah mulai ada batasan dan aturan bersenorkeling,” Pungkas Djati

Karimunjawa Paradise

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam augue tellus, varius sit amet aliquam ac, pellentesque quis felis. Nam rutrum laoreet lectus eget pharetra. Suspendisse vehicula adipiscing ullamcorper. Cras laoreet pharetra faucibus. Fusce non urna mauris. Vestibulum condimentum lorem non urna scelerisque vitae elementum nunc sagittis. Suspendisse a semper odio. Duis dictum, justo eget pulvinar fermentum, diam velit dignissim mi, nec tristique dui mi vitae dui. Proin eleifend nibh non neque dignissim tincidunt. Phasellus nec leo bibendum est consequat malesuada.

Nulla mi purus, fringilla vitae aliquet commodo, dictum nec lectus. Sed accumsan commodo elit in aliquam. Nunc porta mauris mauris, vel dignissim orci. Sed eget diam risus. Duis sagittis lacus ac mi venenatis iaculis. Pellentesque semper posuere scelerisque. Phasellus id justo eros.

Cras sit amet accumsan nibh. Integer eget neque sit amet felis facilisis luctus. Morbi velit nulla, scelerisque vel dapibus nec, suscipit vel mauris. Vivamus dui felis, ultricies a viverra sed, tempor vitae nunc. Praesent tristique suscipit nibh sit amet dapibus. Phasellus consectetur velit at lacus fringilla sit amet facilisis sapien cursus. Mauris blandit blandit malesuada. Morbi iaculis, orci vitae ornare fermentum, est ipsum gravida urna, iaculis luctus risus dolor ut nisl. Integer at est sem. Aliquam lectus lectus, lacinia at consectetur dictum, tempus vitae orci.

Cras accumsan porttitor nisl, id gravida ante luctus a. Donec consectetur nisi id nisi aliquet ac aliquam nibh commodo. Vivamus vestibulum quam eu sem imperdiet et tincidunt velit consectetur. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Etiam venenatis tincidunt tortor id malesuada. In eleifend nulla blandit neque hendrerit id pulvinar sem dignissim. Curabitur molestie viverra nisl vitae viverra. Nullam interdum enim id neque euismod scelerisque ornare velit facilisis. Etiam quis molestie ipsum. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Nulla facilisi. Quisque porttitor, elit vitae ultricies feugiat, erat lorem vestibulum metus, nec iaculis erat ipsum a purus. Nam lacus felis, auctor eget fringilla non, cursus vel massa. Donec quam ante, varius quis sollicitudin vel, molestie at lorem. Cras vulputate nisi vitae nisi suscipit scelerisque. Aenean sed tellus sed diam lacinia adipiscing vitae a arcu.

Fusce a nibh ligula, nec aliquam mi. Vestibulum aliquam magna in diam pellentesque convallis. Phasellus pretium tellus purus. Nullam id risus elit, ut volutpat arcu. Nullam id luctus velit. Vestibulum lobortis, sapien sed semper vulputate, lectus nisl auctor diam, sed consequat sapien felis in erat. Ut a erat et libero sodales consectetur sed venenatis neque. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas