Desa Pendem

Reportase Desa Pendem

Pendem merupakan sebuah desa yang terletak 2,1 km dari pusat kecamatan Kembang. Desa yang mayoritas penduduknya adalah sebagai petani dan peternak sapi ini terdiri dari empat dukuh dan 9 RW, yaitu Duku Krajan, Duku Mbelik, Duku Randusari, dan Duku Sidorejo. Desa Pendem memiliki potensi pertanian dan peternakan yang sangat banyak sehingga dapat dikembangkan menjadi salah satu aset bagi desa Pendem.

Di Desa Pendem banyak ditemukan Lembaga Pendidikan Islam seperti MI, MTs, dan MA dimana Lembaga Pendidikan tersebut berjumlah lima buah. Selain itu ada pula sekolah umum seperti TK, SD, SMP, dan SMU baik Negeri maupun Swasta. Dimana TK berjumlah dua buah dan SD berjumlah empat buah. Di desa ini juga kental akan kegiatan keagamaan. Terdapat banyak masjid dan mushola di wilayah ini. Dimana masjid berjumlah tujuh buah dan mushola berjumlah 35 buah.

Desa yang memiliki potensi alam yang cukup luas ini memiliki hampir 60% lahan persawahan. Sistem terasiring yang sudah tersusun baik memperindah pemandangan desa ini sehingga bisa dijadikan salah satu tempat untuk merefresh otak dari penatnya kegiatan sehari-hari atau juga bagi para warga kota yang ingin menikmati pemandangan pedesaan yang masih asri dan hijau. Selain sebagai peternak sapi dan kerbau, sebagian penduduk di Desa Pendem juga memelihara unggas sebagai ternak lainnya.

Selain peternakan dan pertanian, potensi lain yang juga dimiliki oleh desa ini adalah memiliki pohon randu yang banyak dijumpai di area lahan persawahan terasiring. Tetapi dalam pemanfaatan produksinya, masyarakat setempat kurang dapat mengolah hasil produksi menjadi lebih bermanfaat.

Banyak hal yang dapat ditonjolkan dari desa ini, dimana banyak terdapat pertanian dan system terasering yang sudah terstruktur. Dengan system perairan dan air yang didapat dari air terjun Sumanding, serta air bersih yang disalurkan ke warga setempat juga didapat dari air terjun tersebut. Masyarakat di daerah ini juga masih belum menyadari bahayanya membuang sampah di sungai, karena dapat mengurangi penampang sungai dan debit volume tampungannya berkurang, sehingga air meluap. Banyak hal yang dapat dilihat dari Desa Pendem baik berupa daerah wisata, produksi, dan kearifan adat istiadat yang masih sangat bersahaja.