Home > Desa Kancilan

Desa Kancilan

Definisi desa menurut UU No. 5 Tahun 1979, Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat dan hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Luas wilayah desa biasanya tidak terlalu luas dan dihuni oleh sejumlah keluarga. Mayoritas penduduknya bekerja di bidang agraris dan tingkat pendidikannya cenderung rendah. Karena jumlah penduduknya tidak begitu banyak, maka biasanya hubungan kekerabatan antar masyarakatnya terjalin kuat. Para masyarakatnya juga masih percaya dan memegang teguh adat dan tradisi yang ditinggalkan para leluhur mereka.

Disamping desa yang berpotensi dibidang agraris, khususnya Desa Kancilan yang memiliki banyak potensi dibidang tersebut, antara lain kacang, jagung, ketela, serta hasil palawija yang terdapat pada desa kancilan ini. Selain potensi dari bidang agraris tersebut, desa pun banyak memiliki potensi diluar bidang lain selain agraris, karena jika mengandalkan dari sektor agraris-pun- tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Ternak adalah potensi bidang lain di samping sisi bidang agraris, banyak masyarakat desa kancilan yang memiliki hewan ternak, antara lain ayam, kambing, maupun -hingga- sapi. Adapun ternak di desa kancilan ini di wadahi oleh suatu paguyuban, walaupun bukan sebuah paguyuban yang ber-payungkan asas hukum dan tidak berbadan hukum, namun paguyuban ini dapat mewadahi sektor peternakan di desa ini. Sebut saja paguyuban ini dengan paguyuban ternak, berlandaskan secara tidak sengaja dan rasa saling ingin bertukar pikiran untuk membentuk kelompok ternak, diketuai oleh seorang Suhartono, S.Pd.

Namun tak hanya itu saja disamping potensi ternak dan agraris, sektor lain yang bisa juga membantu potensi desa antara lain dari sektor Usaha Kecil Menengah. Ya, sangat benar potensi desa di sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) sangat membantu masyarakat desa terkhusus desa kancilan yang memiliki banyak potensi disektor tersebut. Walaupun tak sebanyak di perkotaan, usaha tersebut sangatlah membantu perekonomian masyarakat desa, terkhusus dari pribadi pemilik usaha tersebut. Hasilnya adalah masuknya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, merupakan suatu jalan alternatif bagi masyarakat untuk bisa lebih aktif dalam mengembangkan potensi diri, dan memperbaiki perekonomian keluarga. Dengan adanya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri ini, masyarakat bisa lebih berperan aktif dalam menjalankan serta mengembangkan perekonomian yang ada di Desa tersebut. Sehingga Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masyarakat Desa, dapat berjalan optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh Desa baik dari Sumber Daya Alam
(SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Desa Kancilan. Contohnya di desa kancilan ada 5 (Lima) UKM yang memliki potensi besar untuk mengembangkan potensi tersebut, antara lain ada UKM sektor perdagangan, pembuatan rambut palsu yang di ekspor hingga ke korea, hasil pengolahan gabah, dan usaha simpan pinjam. Dengan skala modal kecil yang tak seberapa, Usaha Kecil di desa kancilan berjalan maju walaupun bermodalkan kurang dari 5 (Lima) Juta Rupiah, yang merupakan modal dana usaha yang diberikan oleh PNPM mandiri. Dengan adanya bantuan tersebut sangatlah membantu mereka dalam mengelola usaha kecil tersebut, namun masih sangatlah miris melihat potensi desa dari sektor UKM di desa kancilan, yang masih merdeka di tanah (desa) sendiri, maksudnya belum dapat memerdekakan diri keluar (ekspor) untuk memasarkan hasil Usaha Kecil mereka. Nasib Usaha Kecil ? Ya, memang nasib usaha kecil memang selalu bergantung kepada bantuan dana dari pemerintah untuk mengembangkan hasil usaha mereka untuk berkembang dan merdeka di luar tanah (desa) mereka.

Apalagi desa, desa merupakan kumpulan kecil yang sangat kurang mendapat perhatian (lirikan) dari pemerintah, disinilah masyarakat berjuang secara sendiri untuk mengembangkan usaha mereka, tanpa perlu menggantungkan dana dari pemerintah, karena menurut mereka bantuan itu disamping memiliki hal positif banyak juga memiliki kekurangan. Bagaimana dengan nasib usaha mereka? siapa yang patut disalahkan? kita atau kah Pemerintah? atau desa?. Mengkesampingkan hal demikian tetaplah usaha kecil memang patut terus dijalankan di desa kancilan ini, sektor perekonomian memang sangat penting, pepatah jawa berkata “sing penting dapure ngepul”, yang artinya yang penting adalah dapur selalu mengepul untuk keseharian masyarakat desa tersebut khususnya Desa Kancilan.