Desa Dermolo

Profil Desa Dermolo

Tak terasa minggu pertama penerjunan Tim-II KKN Desa Dermolo telah terlewati. Dengan sedikit rasa kantuk, pegal di beberapa bagian leher dan punggung serta pinggang yang lumayan kaku otot, dengan ini Tim-II KKN Desa Dermolo menyatakan secara resmi membuka lembaran demi lembaran reportase.

“Dermolo Bercahaya” adalah tulisan pertama yang menyambut pengunjung ketika memasuki desa. Agak aneh sebenarnya ketika memasuki jalan menuju desa dari Kecamatan Kembang yang mana tidak ditemukan satu buah lampu pun di jalan. Meski secara harfiah demikian, namun harapannya semboyan tersebut memang benar-benar merefleksikan kondisi desa, khususnya sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan potensi desa.

Desa Dermolo terletak di sebelah Utara Kacamatan Kembang Kabupaten Jepara. Desa yang berjarak ± 8,2 km dari Kecamatan Kembang ini memiliki sejarah yang unik, dimana nama Dermolo itu sendiri berasal dari nama sebuah bunga atau tumbuhan yang dahulu kala banyak terdapat di desa ini tetapi sekarang sudah jarang bisa ditemui keberadaannya karena banyak di dominasi oleh hutan karet, jati dan kapas. Namun sayangnya hanya sesepuh desa saja yang mengetahuinya, pemuda-pemudi Dermolo justru tidak mengerti akan sejarah nama tersebut.

3 Dukuh, 8 RW dan tidak kurang dari 30 RT dimiliki desa ini. Banyaknya jumlah penduduk berbanding lurus dengan banyaknya warga yang bekerja. Sebesar 70% warga desa bekerja sebagai petani karet pada PT P Nusantara dengan tingkat kesejahteraan yang sudah cukup lumayan. Warga, yang mulai bekerja sejak pukul 03.00 dini hari hingga pukul 16.00, mengaku sudah sangat puas dengan upah pekerjaan mereka, bahkan mereka bersyukur karena dalam jangka waktu 6 bulan ini mereka mendapatkan upah tambahan karena panen karet besar-besaran dan pihak PT P memberikan kompensasi tambahan yang tinggi kepada mereka yang bersedia bekerja lembur.

Sebanyak 30% warga desa mayoritas memiliki matapencaharian yang beragam. Jumlah ini cukup banyak mengingat kontribusi yang cukup besar secara umum, dimana warga yang memiliki UKM atau memiliki sebuah unit usaha sendiri ikut membantu memberikan pekerjaan kepada tetangga dan sanak saudaranya yang menganggur.

Sebagai contoh, pada UKM Pengasapan Ikan terdapat rata-rata 5-6 orang yang bekerja pada satu unit UKM tersebut yang pada saat mendapatkan stok ikan berlebih akan mengajak tetangganya untuk membantu dan memberi “uang jajan” kepada mereka, padahal terdapat sekitar 60 unit UKM Pengasapan Ikan. UKM ini juga merupakan UKM unggulan yang sudah menjadi tradisi turun-temurun dari warga Desa Dermolo dan sangat terkenal di penjuru desa. Perlu diketahui juga bahwa selain UKM Pengasapan Ikan, terdapat pula UKM keripik singkong, sale pisang, menggleng, kue kering (kue lebaran musiman), pembibitan jamur, dan rosok atau penjualan barang bekas dan daur ulang.