Desa Cepogo

A. PROFIL DESA CEPOGO

Desa Cepogo merupakan 1 dari 11 desa yang berada di Kecamatan Kembang- Kabupaten Jepara. Ditinjau dari letak geografis, cepogo termasuk desa yang berada di dekat pegunungan. Sebuah papan penunjuk arah bertuliskan “AIR TERJUN SONGGOLANGIT” menjadi tanda jalan masuk desa cepogo, akan tetapi air terjun tersebut tidak berada di desa cepogo, melainkan berada di desa Sumanding. Kecamatan kembang sendiri, berada di tengah-tengah kecamatan Bangsri dan Kecamatan Keling. Kecamatan Kembang bisa dengan mudah ditemukan dengan mengikuti papan penunjuk jalan ke arah Bangsri, kemudian melanjutkan 10 menit perjalanan dari pasar Bangsri ke arah Kecamatan Keling.

Asal usul nama Cepogo diambil dari nama sebuah pohon dan tempat alat alat dapur (“pogo”), sesuai dengan peletakan dari pogo itu yang selalu diatas maka nama cepogo berarti “diatas” atau bisa juga diartikan sebagai “pemimpin”. Ringin merupakan pusat dari wilayah pemerintahan desa cepogo, karena disana ada masjid agung cepogo dan kantor balai desa. Sekolah tertua di cepogo adalah MIN Cepogo dimana sebelumnya bernama MI Islamiyah Cepogo, sekarang MIN Cepogo menjadi salah satu sekolah unggulan di desa Cepogo dan sekitarnya.

Desa Cepogo terdapat beberapa etnis, yaitu JawaPortugisArabBelanda. Bahasa pengantar yang digunakan oleh masyarakat cepogo biasanya adalah Bahasa Jawa dan BahasaIndonesia. Sebagian besar masyarakat cepogo beragama Islam serta beberapa menganut agama kristen katolikkejawen dan aliran kepercayaan. Sebagian besar penduduk cepogo bermata pencaharian sebagai pengrajin ukir, berdagang dan bertani.

Di desa Cepogo terdapat lima SD negeri, satu Madrasah Ibtidaiyah negeri, satu SMP negeri dan satu Madrasah Tsanawiyah swasta yang baru berdiri pada 2011 dan sekarang sudah memiliki 2 kelas, kelas 7 dan kelas 8. Karena antusias warga sekitar sangat baik dengan berdirinya MTS ini, maka pengurus dan warga sekitar berusaha untuk lebih memajukan sekolah ini. Agar ke depannya bisa lebih berkembang dan menjadi sekolah negeri.

Untuk komunikasi ada beberapa provider yang terganggu. Akan tetapi ada beberapa provider seperti Telkomsel, Indosat, dan XL yang masih mendapatkan sinyal. Sedangkan untuk sinyal internet hanya Telkomsel Flash yang masih mendapatkan sedikit sinyal pada waktu tertentu seperti malam hari sampai sebelum matahari terbit. Hal ini tidak lain dikarenakan lokasi desa Cepogo dikelilingi oleh hutan karet dan hutan jati.

Di desa Cepogo terdapat suatu kesenian khas yaitu tari Emprak. Dari tahun-tahun sebelumnya tari ini sangat sering dipentaskan dan memiliki kepengurusan yang tetap. Biasanya dipentaskan saat peringatan 17 Agustus, namun dikarenakan 3 tahun terakhir selalu bertepatan dengan bulan puasa dan karena kaum muda yang kurang meminati keseniannya sendiri sehingga tari Emprak jarang sekali dipentaskan lagi. Sehingga untuk sekarang tari ini tidak terlalu terekspos di masyarakat.

B. POTENSI UNGGULAN DAN BKKBN

Desa Cepogo dibandingkan dengan desa-desa yang lain termasuk desa yang cukup maju dan banyak kegiatan kemasyarakatan yang berjalan. Oleh karena itu banyak potensi unggulan yang ada di desa ini. Salah satu hasil potensi desa ini adalah hasil pertaniannya yang beragam, misalnya jagung, padi, dan kacang. Selain itu ada potensi dalam bidang kesenian. Tari Emprak merupakan tari khas dari desa Cepogo, bahkan sudah didaftarkan untuk hak cipta-nya. Sering dipentaskan saat perayaan-perayaan di kecamatan maupun di kabupaten. Kesenian tari ini diketuai oleh Pak Bajuri dan memiliki 12 anggota.

Potensi lainnya adalah dari UKM yang banyak berkembang di desa ini. Produk-produk yang dihasilkan juga beragam. Untuk produk makanan yang cukup berkembang adalah gula kelapa, kacang open, apem, dan krupuk bawang. UKM di desa Cepogo menerima pesanan untuk jajanan / snack maupun makanan berat. Roti, bolu kukus, kue-kue juga bisa dipesan dari UKM yang ada di desa. Pernah diadakan expo dan lomba tingkat kecamatan dan kabupaten, produk dari desa Cepogo memenangkan kejuaraan tersebut. Selain usaha dalam bidang makanan, usaha yang lainnya adalah simpan pinjam dan salon kecantikan.

C. PROGRAM KEGIATAN

1.      Memperkenalkan Budaya Jepang ke SD dan MTs di Desa Cepogo

Pada tanggal 27, 29, dan 30 Juli 2012 Tim KKN Undip 2011/2012 melakukan kegiatan di SDN 2 dan MTs KM Marzuki desa Cepogo. Kegiatannya adalah memperkenalkan budaya dan bahasa Jepang di sekolah desa Cepogo. SD dan MTs di desa Cepogo terletak di daerah yang terpencil. Oleh karena itu dengan program ini semoga dapat meningkatkan ilmu pengetahuan mengenai budaya dan bahasa Jepang. Sebelum melakukan kegiatan, mahasiswa tim KKN menyempatkan untuk beramah tamah seminggu sebelumnya dengan kepala sekolah dan guru di sekolah. Pelajaran mengenai negara Jepang mungkin kali pertama bagi siswa siswi sekolah di Cepogo memperolehnya. Dihari pertama kegiatan, sebagai pendahuluan mahasiswa KKN memberikan gambaran ringkas tentang negara Jepang misalnya tentang budaya, letak geografisnya, iklim, dan lain-lain. Setelah itu adik-adik mulai diajarkan tentang bahasa Jepang yang sederhana, seperti memperkenalkan diri, bahasa sapaan dan nama panggilan dalam bahasa Jepang. Selanjutnya, sebagai perkenalan tentang budaya adik-adik diajarkan membuat origami, baik yang bentuk sederhana maupun bentuk yang sedikit rumit. Namun, syukurnya semua siswa dapat membuat dengan terampil dan sebagai penutupan semua berfoto bersama di depan kelas.

2.      Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos Dari Sekam Padi

Penyuluhan pembuatan pupuk kompos dari sekam padi ini dilakukan di balai desa Cepogo. Penyuluhan ini dilakukan pada ibu-ibu pkk kelompok tani pada hari sabtu tanggal 28 juli 2012. Program ini dilakukan karena minimnya pengetahuan para petani tentang pengolahan sekam padi sebagai sisa hasil pertanian. Rata-rata sekam hasil sisa pertanian tidak termanfaatkan dan hanya di buang dengan cara pembakaran hal ini menimbulkan dampak negatif pencemaran lingkungan. Penyuluhan dilakukan dengan cara pembagian leafleat pembuatan pupuk kompos dari sekam padi dan memberi pengetahuan kepada para petani tentang cara mengolah hasil sisa pertanian berupa sekam padi menjadi produk yang  bermanfaat dan dapat digunakan menjadi pupuk pertanian.

Gambar penyuluhan pembuatan pupuk kompos dari sekam padi

3.      Penyuluhan UU perkawinan

Apa yang menjadi latar belakang penyuluhan ini, disebabkan oleh Dewasa ini pernikahan usia dini masih marak terjadi. Hal ini merupakan salah satu pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menangani salah satu sumber masalah pelonjakan jumlah penduduk dinegara kita.terutama masih banyak terjadi di daerah pedesaan, yang pola pikirnya masih bersifat tradisional.Oleh sebab itu penyuluhan UU tentang perkawinan menjadi salah satu program kerja saya.Penyuluhan saya lakukan dilingkungan Madrasah Tsanawiyah K.R.M Marzuki. Pilihan saya jatuh kepada sekolah itu, karena melihat tingkat pernikahan usia dini rentan terjadi pada usia sekolah. Terutama bagi para wanita.Penyuluhan disampaikan berdasarkan peraturan peraturan yang ditetapkan dalam PP no.9 thn 1974. Berisi tentang syarat syarat dan ketentuan  sah tentang pernikahan, serat kedudukan wanita dalam pernikahan sirri.

4.      Sosialisasi Merek Dagang pada Pelaku Usaha Kecil Menengah Desa Cepogo

Sabtu, 28 Juli 2012 bertempat di Balai Desa Cepogo terdapat Sosialisasi Pendaftaran Merek Dagang pada Ibu-ibu PKK Desa Cepogo oleh KKN TIM II UNDIP 2011/2012. Sosialisasi Pendaftaran Merek Dagang ini diadakan melihat banyaknya potensi Usaha Kecil Menengah yang terdapat di Desa Cepogo.

Usaha ini dapat dilihat dari Usaha Kecil Menengah yang menjamur di Desa Cepogo mulai dari Kacang oven, gula kelapa, mebel, bolu kukus, apem, dan lainnya. Banyaknya Usaha Kecil Menengah ini ternyata tidak berdampak banyak untuk pelaku usaha dikarenakan tidak adanya merek dagang (branded) pada Usaha Kecil Menengah ini, oleh karena itu diberikanlah sosialisasi pendaftaran merek dagang pada Usaha Kecil Menengah yang ada di Desa Cepogo.

Acara yang dihadiri oleh Ibu-ibu PKK Desa Cepogo di Balai Desa Cepogo, pemberian sosialisasi ini dengan memberikan materi tentang pentingnya merek dagang dan juga memberikan prosedur pendaftaran Merek Dagang pada Ibu-ibu PKK apabila ingin mendaftarkan produknya kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara.

Tanggapan Peserta

Sosialisasi merek dagang ini mendapatkan respon positif dari Ibu-ibu PKK dengan indikasi banyaknya Usaha Kecil Menengah yang ingin mendaftarkan hasil produksi usahanya kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara. Perkumpulan ibu-ibu PKK ini juga berharap bahwa dengan didaftarkannya merek dagang mereka dapat menambah nilai jual dari Usaha Kecil Menengah yang mereka lakukan. Kedepannya dengan adanya merek dagang pada setiap hasil usaha yang diproduksi akan menambah nilai jual dari produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha.

5.      Gerakan Gemar Minum Susu

Program gemar minum susu ini di lakukan di SD Negeri 2 Cepogo, pada hari Kamis, tanggal 26 Juli 2012. Kegiatan ini ditujukan pada siswa-siswi kelas 2 dan 3 SD Negeri 2 Cepogo. Penyuluhan dilakukan karena banyak anak-anak yang belum mengerti mengenai arti pentingnya minum susu. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberi pengetahuan kepada siswa-siswi SD tentang gizi dan manfaat dari susu terhadap tumbuh Kembangnya anak, kemudian kegiatan selanjutnya adalah pembagian susu kepada siswa-siswi SD kelas 2 dan 3.

Gambar saat penyuluhan gerakan gemar minum susu

6.      Gemar Menabung Sejak Usia Dini

Penyuluhan gemar menabung sejak usia dini dilakukan pada tanggal 24 Juli 2012 di MIN Cepogo. Kegiatan ini diadakan pada siswa kelas 1 MIN karena bertujuan untuk mensosialisasikan kebiasaan menabung sejak kecil, disini yaitu sejak kelas 1. Awal dari kegiatan ini yaitu dengan memaparkan materi tentang apa itu menabung beserta keuntungannya dan materi tentang motivasi menabung. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian kuis bagi siswa yang dapat menjawab pertanyaan seputar menabung, dan diakhiri dengan pembagian celengan. Harapan dari kegiatan ini adalah agar siswa – siswa di MIN Cepogo dapat termotivasi untuk tidak hidup boros dengan cara menabung sejak usia dini.

Gambar penyuluhan gemar menabung

7.      Bimbingan Belajar

Program bimbingan belajar ini di lakukan di MIN  yang ada di desa Cepogo, pada hari Selasa, tanggal 24 Juli 2012. Kegiatan ini ditujukan pada siswa-siswi kelas 4 MIN desa 2 Cepogo. Bimbingan belajar diberikan dengan maksud agar membantu siswa-siswi dalam menerima pelajaran, meningkatkan kemampuan yang dimiliki siswa-siswi serta menambah pengetahuan agar wawasan lebih luas.  Bimbingan belajar ini dilakukan dengan cara melakukan interaksi kepada siswa-siswi MIN dengan menjadi pengajar di sekolah dan mengajarkan apa yang mereka belum pahami, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab pertanyaan sesuai dengan yang diajarkan tadi.

Gambar  saat kegiatan bimbingan belajar

8.      Penyuluhan Pengetahuan Anak SD Tentang Peningkatan Gizi Melalui Produk Perikanan

Penyuluhan Pengetahuan Anak SD Tentang Peningkatan Gizi Melalui Produk Perikanan ini dilakukan di SD Negeri 2 Cepogo. Penyuluhan dilakukan pada siswa-siswi kelas 2 dan 3 SD pada hari kamis tanggal 26 juli 2012. Program ini dilakukan karena minimnya pengetahuan anak usia dini tentang gizi makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Penyuluhan dilakukan dengan cara memberi pengetahuan kepada siswa-siswi SD tentang gizi dan manfaat dari produk perikanan terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak anak dan pada akhir penyuluhan dilakukan pembagian minyak ikan kepada siswa-siswi.

Gambar pemberian minyak ikan kepada siswa

9.      Lomba Menggambar

Lomba menggambar  dilakukan pada hari kamis tanggal 26 juli 2012. Lomba ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Cepogo dikelas 3.1 dan kelas 3.2. di ikuti oleh sekitar 60 an siswa dan siswi kedua kelas tersebut. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan bakat dan kreativitas anak dan untuk mengembangkan potensi yang ada pada anak sejak dini. Kegiatan ini dimulai pada pukul 07.30 WIB. Diawali dengan membagi menjadi 2 tim agar bisa mengisi 2 kelas tersebut. Menggambar dilakukan disebuah kertas ukuran A3 yang sudah di bagikan dengan tema “Pemandangan Alam dan bangunan”.

Peserta diberikan waktu selama 150 menit setelah itu gambar harus di kumpulkan dan langsung dinilai, setelah di tentukan pemenangnya selanjutnya dibagikan hadiah dan gambar di kembalikan kepada peserta, Peserta yang mengikuti sesuai target dan anak-anak berlomba dengan penuh semangat, kreatif dan imajinatif.